Proses Terjadinya Hujan Lengkap Dengan Penjelasannya

Proses terjadinya hujan –┬áSebagai salah satu negara tropis yang memiliki 2 musim, tentu saja membuat Indonesia sudah terbiasa menghadapi musim kemarau yang terjadi pada bulan April-September dan musim hujan yang terjadi pada Oktober-Maret. Kedua musim tersebut tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan yang dirasakan oleh masyarakat khususnya bagi petani. Hujan tidak hanya berfungsi untuk menyediakan air agar manusia tidak kekeringan tapi juga berfungsi untuk tumbuh kembang hewan dan tumbuhan. Intinya hujan memiliki peran yang penting bagi makhluk hidup. Tetapi apakah kamu tahu bagaimana hujan terbentuk? Hujan merupakan air yang turun dari langit yang sudah melalui sebuah proses. Hujan juga disebut sebagai proses kondensasi (pengembunan) uap air menjadi butiran air.

Proses Terjadinya Hujan

Evaporasi (Penguapan)

Proses evaporasi merupakan kebalikan dari proses kondensasi. Menurut Wikipedia Evaporasi atau yang biasa disebut penguapan adalah proses perubahan molekul di dalam keadaan cair dengan spontan menjadi gas. Proses ini terjadi karena air yang berada di bumi seperti sungai, danau, laut dan sumber airnya mengalami penguapan akibat sinar matahari yang panas. Air yang mengalami penguapan tersebut berubah menjadi embun dan naik ke atmosfer bumi. Besar atau tidaknya uap air yang naik ke atmosfer bumi tergantung tingkat panasnya matahari.

Kondensasi (Pengembunan)

Selanjutnya adalah proses pengembunan dimana uap air yang sudah naik ke atmosfer bumi berubah menjadi partikel es yang berukuran sangat kecil. Hal ini terjadi karena suhu udara di sekitar uap air lebih rendah di titik ketinggian. Partikel-partikel es tersebut akan berkumpul dan bersatu membentuk awan. Awan akan semakin tebal dan hitam jika partikel-partikel es berkumpul dengan jumlah yang lebih banyak. Disaat itu juga terjadi proses koalensi yang merupakan proses berkumpulnya awan awan menjadi awan besar yang bewarna gelap. Awan akan bergerak membawa air di awan tersebut menuju titik yang memiliki suhu lebih rendah dengan bantuan angin. Angin terjadi karena perbedaan tekanan udara di langit yang menyebabkan pergerakan udara. Hal ini menjadi jawaban bagi kamu yang mempertanyakan soal mengapa jika ingin terjadinya hujan langin terlihat mendung gelap dan banyak angin.

Presipitasi

Setelah proses kondensasi masih ada proses presipitasi. Proses presipitasi terjadi ketika atmosfer menjadi jenuh dan awan tidak mampu lagi menampung air sehingga menurunkan tetes tetes air ke bumi karena butir-butir air tertarik gaya gravitasi dan terjadi hujan. Hujan yang terjadi bisa pindah dari tempat ke tempat karena mengalami proses adveksi yaitu proses dimana awan yang telah terbentuk tertiup angin dan memungkinkan berpindah dan menyebar dari atmosfer lautan ke atmosfer daratan atau sebaliknya. Hujan yang turun tidak selalu berbentuk air, melainkan bisa juga berbentuk es kristal atau salju yang sangat halus.

Ada butiran air yang tidak jatuh ke tanah melainkan kembali lagi ke awan karena ada lapisan atmosfer yang sedang dalam keadaan hangat dan akhirnya butiran air tersebut kembali menguap ke atas. Hujan dengan ukuran yang lebih kecil sering disebut gerimis. Ukuran diameter air hujan sekitar 0,5 ml atau 0,02 inci. Sebenernya proses pembentukan salju hampir sama dengan proses pembentukan air hujan yang membedakan hanya dimana hujan tersebut turun karena ada beberapa wilayah atau negara yang mempunyai suhu lebih rendah sehingga air yang turun dapat membeku. Hujan juga memiliki beberapa jenis yakni hujan frontal (biasa terjadi pada musim panas), hujan orografis (hujan yang biasa terjadi di daerah pegunungan) dan hujan zenitih (hujan yang terjadi di sekitar garis khatulistiwa). Sekarang kamu sudah mengerti bagaimana proses hujan terjadi bukan?

Sumber artikel: Judi slot online